Senin, 02 April 2018

Tugas Mengulas Cerpen Gadis Kecil Beralis Tebal dan Bermata Cemerlang Karya A. Mustofa Bisri


Kesamaan yang Berbeda


Gadis kecil beralis tebal bermata cemerlang  merupakan salah satu cerpen karya A. Mustofa Bisri atau bisa dikenal dengan sebutan nama Gus Mus. Cerpen ini telah diterbitkan oleh harian kompas edisi 1 April 2018 yang terdapat  pada halaman 25.  Cerpen ini menceritakan tentang  dua orang pria menemukan gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang dengan orang yang berbeda dan pada waktu yang berbeda.
Cerpen ini menceritakan  seorang lakai laki yang duduk di dalam kereta kemudian tak sengaja  bertemu dengan gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang sedang berdiri sendirian di peron stasiun KA kota S. Gadis ini terus menerus melihat kearah laki-laki ini. Awalnya laki-laki ini merasa bahwa gadis kecil ini melihat ke arah orang lain. Namun ternyata pandangan gadis kecil itu tertuju pada laki-laki ini. Ia pun membalas pandangan gadis kecil itu. Ia berharap bahwa gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang itu akan melemparkan senyumannya kehadapannya . Namun apa sangka, gadis kecil itu tidak sama sekali tersenyum. Gadis itu  memandangnya tanpa ekspresi  wajah, hanya matanya saja yang benar-benar cemerlang yang terus memperhatikannya.
Kereta pun mulai meninggalkan tempat persinggahannya, untuk berangkat menuju tempat persinggahan ke kota J sebagai kota tujuannya. Namun gadis kecil ini tak sekalipun melepas pandangannya. Meskipun kereta  yang ditumpanginya sudah melaju jauh, laki-laki ini  masih tetap terbayang wajah cantik gadis kecil yang beralis tebal dan bermata cemerlang itu. Pikirannya seperti sudah di pesan oleh gadis kecil ini, sehingga gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang  itu yang menjadi objek pertama di pikirannya.
Setelah kereta sampai di stasiun kota J. Ia langsung menuju rumah kenalannya yang telah menjanjikan akan memperkenalkan adiknya yang cantik bak aktris India. Setelah sampai di rumah Sahlan, kedatangannya pun diterima baik oleh Sahlan . Iya diberi jamuan berupa minuman, kue-kue, minuman bahkan diberikan perlengkapan mandi agar dirinya bisa lebih fresh setelah melewati perjalanan. Saat memasuki kamar mandi , Ia menanyakan apakah sahlan di rumah sendirian ? sahlan pun menjawab bahwa  keluarganya sedang mudik ke kota M.  Dan sahlan  hanya tinggal berdua dengan istrinya yang cantik yang  dianggap juga sebagai adiknya. Istri sahlan yang memiliki suara merdu saat menyanyikan lagu india juga  tak kalah cantik dengan aktris India, alisnya yang tebal dan matanya yang cemerlang membuat daya tarik sendiri untuk orang-orang yang memandangnya.
Saat waktu makan sudah tiba sahlan mengenalkan shakila pada tamunya. Sebelum laki-laki ini tau bahwa shakila adalah istri Sahlan iya merasa menaruh phati pada shakila. Pertama kali Ia melihat shakila, Ia merasa melihat sama seperti melihat gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang karena pada dasarnya   shakila dan gadis kecil di stasiun KA itu memiliki kesamaan yaitu sama-sama beralis tebal dan bermata cemerlang. Bahkan laki-laki ini bertanya tanya apakah hubungan mereka sebagai ibu dan anak, tapi itu tidak mungkin ataukah hubungan sebagai kakak dan adik.
Shakila yang merupakan istri sahlan, ia adalah perempuan yang pendiam tidak benyak bicara ia hanya bersuara saat bernyanyi saja, ia berkomunikasi dengan suaminya pun hanya dengan senyum dan ekpresi  wajah dan kontak mata yang cemerlang. Sebelum makan Sahlan menceritakan sedikit tentang asal-usul istrinya yang cantik beralis tebal dan bermata cemerlang ini di hadapan  laki-laki ini. Sahlan bercerita bahwa dirinya bertemu Shakila saat di stasiun, ia melihat Shakila sebagai gadis kecil, sakila berdiri dekat gerbong yang Sahlan tumpangi. Mata Shakila yang cemerlang menatap shlan terus menerus, kemudian sahlan pun tersenyum kepadanya. Akhirnya Shakila membalas senyuman Sahlan. Setelah mendengar cerita ini laki-laki (tokoh aku) ini merasa apa yang diceritakan Sahlan juga merupakan ceritnya saat bertemu dengan gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang  yang ia temui di stasiun  S.
Shakila merupakan anak tiri dari kawan ibu sahlan. Saat masih bayi Shakila di temukan di stasiun S, karena tidak ada yang mengakuinya jadi , bayi Shakila dibesarkannya. Setelah dewasa ibunya sahlan dan kawannya memutuskan menjodohkan Shakila denan Sahlan. Setelah membaca cerpen ini mungkin diantara kesamaan pengalaman antara dua orang yang berbeda. Di cerpen ini terlihat bahwa Shakila yang beralis tebal dan bermata cemerlang memiliki hubungan darah dengan gadis kecil yang beralis tebal dan bermata cemerlang yang ditemui oleh laki-laki (tokoh aku) ini.
Cerpen karangan Gus Mus ini tersusun dengan runtun, selain bahasanya yang mudah di pahami. Kosa kata yang di gunakan membuat pembacanya larut dalam cerita. Namun sayangnya pada bagian akhir itu kurang kejelasan ceritanya masih kurang. Terlihat pada cuplikan “ karena tiba-tiba gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang datang entah dari mana dan tersenyum manis sekali” meskipun cuplikan ini bermaksudkan ada kemungkinan besar gadis kecil itu adalah adik dari Shakila , tetapi seharusnya bisa lebih di perjelas. Dan pada penulisan Stasiun M, Stasiun J, Stasiun M, Seharusnya diperjelas dengan penulisan stasiun kereta kota (ada nama kotanya) misalnya Stasiun Kereta Kota Semarang. Meskipun begitu, mungkin Gusmus mempunyai maksud tersendiri dalam penyampaina isi cerpenya kepada pembaca.



Sri Hariyanti
(16410122)

Senin, 26 Februari 2018

Tulisan Sederhana


Kebersamaan pada Hari Minggu

Sepuluh hari sebelum jadwal aktif kuliah tanpa berfikir panjang aku memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Sesampai di Kampung halaman, mengingat rumahku sepi tak berpenghuni karena kedua orang tua dan adikku merantau di luar kota, aku memutuskan untuk pulang ke rumah nenek. Sembilan hari berlalu aku merasakan bosan dan sempat berfikir “ libur pulang ke kampung tapi kok nggak ada bahagia-bahagianya“, aku merasa ternyata diperantauan atau di kampung halaman sama saja tidak ada perbedaan karena sama saja tidak bisa bertemu dengan orang tua karena keadaan yang kurang mendukung.
Suatu hari, minggu pagi tiba-tiba aku mendapat pesan whatsApp dari pamanku, paman mengajak aku dan kakak sepupuku supaya ikut dengannya untuk menikmati hari minggu dengan berenang bersama tante dan anaknya di salah satu taman bermain air, waterpark namanya. Tanpa berfikir dua kali Aku dan kakak sepupuku pun mengiyakan untuk ikut walaupun sempat berfikir “ kita udah kuliah, tapi liburan masih dengan paman dan tantenya terus sih?” tapi tak apalah itulah keputusan kami, selagi gratis kenapa harus ditolak.
Mengingat rezeki tidak boleh ditolak akhirnya kami pun ikut. Dengan dua motor, aku satu montor dengan kakak sepupuku dan satu montor lagi untuk paman bersama istri dan anaknya yang masih kecil. Sesampai di sana sebelum menikmati  fasilitas yang sudah tersedia untuk berenang, kami melakukan pemanasan  terlebih dahulu untuk tubuh kami agar nantinya tidak terjadi hal-hal tidak  diinginkan.


Saat aku, kakak sepupu dan sepupu kecilku memutuskan untuk bermain air dengan memisahkan diri dari paman dan tante, tak lama kemudian tanpa disengaja aku melihat paman dan tante  dengan bahagia tertawa lepas sedang menikmati kolam renang berombak dengan menaiki ban pelampung yang hanya digunakan untuk dua orang, aku rasa mungkin inilah cara mereka mengeksperasikan kenangan masa mudanya dulu. aku dan kakak sepupuku menahan tawa melihat tingkah mereka. Setelah lelah karena beberapa jam kami berenang bermain  menikmati wahana air akhirnya kami memutuskan untuk segera berganti pakaian yang kami pakai kemudian memutuskan untuk pulang.
Di tengah perjalanan kami memutuskan untuk berpisah, paman bersama  keluarga kecilnya memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya dan aku bersama kakak sepupuku yang sebelumya harus langsung pulang ke rumah nenek, namun kami berencana nakal sedikit untuk  tidak langsung pulang ke rumah, karena jika kami langsung pulang ke rumah nenek pasti susah lagi harus merayu meminta izin pada nenek untuk keluar rumah. Kami pun langsung memerintahkan montor yang kami kendarai untuk melaju menuju rumah temanku untuk mengobati rasa rinduku dengannya.
Sesampai di rumahnya sembari menunggu teman yang lain datang kami sedikit berbincang-bincang dengan kalimat lawaknnya. Kami pun tertawa lepas, rasa bahagiaku bisa berkumpul dengan teman-temanku membuat efek lelah dari berenang hilang seketika. Tak lama kemudian teman yang kami tunggu telah  datang, kami  berempat  pun memutuskan untuk menikmati kebersaman kami di luar. Akhirnya, tanpa berpikir lama sekitar pukul 14:00 WIB  kami memutuskan untuk pergi ke Pantai Randusanga indah tempat rekreasi sederhana 3R (termurah,terjangku, terdekat).
Kurang lebih sekitar dua puluh menit kami menempuh perjalanan  untuk sampai di lokasi. Setelah sampai di lokasi kami mencari tempat singgah yang nyaman untuk menikmati sumilir angin pantai di waktu siang menjelang sore saat itu. Sembari menikmati pemandangan ombak laut kami tak lupa kami memotret mendokumentasikan kebersamaan yang tercipta saat itu yang mungkin bisa saja tidak terulang kembali . Secara bergantian kami memotret tingkah gila dan alay kami yang tiba-tiba muncul karena kebersamaan ini. Mengingat waktu sudah sore, dan kami rasa kemoterapi kerinduan ini sudah cukup. Maka, kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Aku dan sepupuku memutuskan  pulang ke rumah untuk mencegah kekhawatiran nenek yang berlebihan.
Mega merah pun mulai terlihat dan matahari telah menenggelamkan diri ke arah barat suara adzan maghrib pun mulai terdengar oleh telingaku. Setelah melaksanakan sholat maghrib aku dan sepupuku segera bersiap-siap untuk bergegas untuk berangkat kondangan ke rumah teman kecil sakaligus teman sekolah madrasah dulu  yang sedang melakukan resepsi pernikahan yang akan segera diijab-sahkan oleh penghulu pada malam itu. Bukan aku saja yang datang memenuhi undangannya tetapi teman yang lain pun berdatangan bersama-sama, selain memenuhi sebagai tamu undangan kami juga merasa pertemuan ini seperti reunian sekolah madrasah. Setelah kami foto bersama teman yang sedang berbahagia merayakan pernikahannya, aku pun izin untuk pulang duhulu mengingat aku harus prepare untuk pemberangkatan kereta pagi pada esok harinya ke Semarang. Inilah perjalanan cerita kebersamaanku pada hari libur terakhir dengan keluarga dan teman-temanku sebelum berangkat ke tempat perantauan.

Semarang, 26 Februari 2018