Kesamaan yang Berbeda
Gadis kecil
beralis tebal bermata cemerlang
merupakan salah satu cerpen karya A. Mustofa Bisri atau bisa dikenal
dengan sebutan nama Gus Mus. Cerpen ini telah diterbitkan oleh harian kompas
edisi 1 April 2018 yang terdapat pada halaman
25. Cerpen ini menceritakan tentang dua orang pria menemukan gadis kecil beralis
tebal dan bermata cemerlang dengan orang yang berbeda dan pada waktu yang
berbeda.
Cerpen ini menceritakan
seorang lakai laki yang duduk di dalam kereta
kemudian tak sengaja bertemu dengan
gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang sedang berdiri sendirian di
peron stasiun KA kota S. Gadis ini terus menerus melihat kearah laki-laki ini. Awalnya
laki-laki ini merasa bahwa gadis kecil ini melihat ke arah orang lain. Namun
ternyata pandangan gadis kecil itu tertuju pada laki-laki ini. Ia pun membalas
pandangan gadis kecil itu. Ia berharap bahwa gadis kecil beralis tebal dan
bermata cemerlang itu akan melemparkan senyumannya kehadapannya . Namun apa
sangka, gadis kecil itu tidak sama sekali tersenyum. Gadis itu memandangnya tanpa ekspresi wajah, hanya matanya saja yang benar-benar
cemerlang yang terus memperhatikannya.
Kereta pun
mulai meninggalkan tempat persinggahannya, untuk berangkat menuju tempat
persinggahan ke kota J sebagai kota tujuannya. Namun gadis kecil ini tak
sekalipun melepas pandangannya. Meskipun kereta yang ditumpanginya sudah melaju jauh, laki-laki
ini masih tetap terbayang wajah cantik
gadis kecil yang beralis tebal dan bermata cemerlang itu. Pikirannya seperti
sudah di pesan oleh gadis kecil ini, sehingga gadis kecil beralis tebal dan
bermata cemerlang itu yang menjadi objek
pertama di pikirannya.
Setelah kereta
sampai di stasiun kota J. Ia langsung menuju rumah kenalannya yang telah
menjanjikan akan memperkenalkan adiknya yang cantik bak aktris India. Setelah sampai
di rumah Sahlan, kedatangannya pun diterima baik oleh Sahlan . Iya diberi
jamuan berupa minuman, kue-kue, minuman bahkan diberikan perlengkapan mandi
agar dirinya bisa lebih fresh setelah melewati perjalanan. Saat memasuki kamar
mandi , Ia menanyakan apakah sahlan di rumah sendirian ? sahlan pun menjawab
bahwa keluarganya sedang mudik ke kota
M. Dan sahlan hanya tinggal berdua dengan istrinya yang
cantik yang dianggap juga sebagai
adiknya. Istri sahlan yang memiliki suara merdu saat menyanyikan lagu india juga
tak kalah cantik dengan aktris India,
alisnya yang tebal dan matanya yang cemerlang membuat daya tarik sendiri untuk
orang-orang yang memandangnya.
Saat waktu
makan sudah tiba sahlan mengenalkan shakila pada tamunya. Sebelum laki-laki ini
tau bahwa shakila adalah istri Sahlan iya merasa menaruh phati pada shakila. Pertama kali Ia melihat shakila, Ia merasa melihat sama seperti melihat gadis kecil
beralis tebal dan bermata cemerlang karena pada dasarnya shakila
dan gadis kecil di stasiun KA itu memiliki kesamaan yaitu sama-sama beralis
tebal dan bermata cemerlang. Bahkan laki-laki ini bertanya tanya apakah
hubungan mereka sebagai ibu dan anak, tapi itu tidak mungkin ataukah hubungan
sebagai kakak dan adik.
Shakila yang merupakan istri
sahlan, ia adalah perempuan yang pendiam tidak benyak bicara ia hanya bersuara
saat bernyanyi saja, ia berkomunikasi dengan suaminya pun hanya dengan senyum
dan ekpresi wajah dan kontak mata yang
cemerlang. Sebelum makan Sahlan menceritakan sedikit tentang asal-usul istrinya
yang cantik beralis tebal dan bermata cemerlang ini di hadapan laki-laki ini. Sahlan bercerita bahwa dirinya
bertemu Shakila saat di stasiun, ia melihat Shakila sebagai gadis kecil, sakila
berdiri dekat gerbong yang Sahlan tumpangi. Mata Shakila yang cemerlang menatap
shlan terus menerus, kemudian sahlan pun tersenyum kepadanya. Akhirnya Shakila
membalas senyuman Sahlan. Setelah mendengar cerita ini laki-laki (tokoh aku) ini
merasa apa yang diceritakan Sahlan juga merupakan ceritnya saat bertemu dengan
gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang
yang ia temui di stasiun S.
Shakila merupakan
anak tiri dari kawan ibu sahlan. Saat masih bayi Shakila di temukan di stasiun
S, karena tidak ada yang mengakuinya jadi , bayi Shakila dibesarkannya. Setelah
dewasa ibunya sahlan dan kawannya memutuskan menjodohkan Shakila denan Sahlan. Setelah
membaca cerpen ini mungkin diantara kesamaan pengalaman antara dua orang yang
berbeda. Di cerpen ini terlihat bahwa Shakila yang beralis tebal dan bermata
cemerlang memiliki hubungan darah dengan gadis kecil yang beralis tebal dan
bermata cemerlang yang ditemui oleh laki-laki (tokoh aku) ini.
Cerpen karangan
Gus Mus ini tersusun dengan runtun, selain bahasanya yang mudah di pahami. Kosa
kata yang di gunakan membuat pembacanya larut dalam cerita. Namun sayangnya
pada bagian akhir itu kurang kejelasan ceritanya masih kurang. Terlihat pada
cuplikan “ karena tiba-tiba gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang
datang entah dari mana dan tersenyum manis sekali” meskipun cuplikan ini bermaksudkan
ada kemungkinan besar gadis kecil itu adalah adik dari Shakila , tetapi
seharusnya bisa lebih di perjelas. Dan pada penulisan Stasiun M, Stasiun J, Stasiun
M, Seharusnya diperjelas dengan penulisan stasiun kereta kota (ada nama kotanya)
misalnya Stasiun Kereta Kota Semarang. Meskipun begitu, mungkin Gusmus mempunyai maksud tersendiri dalam penyampaina isi cerpenya kepada pembaca.
Sri Hariyanti
(16410122)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar